🏎️💥 REVIEW LAST BULLET (2025) – Balapan, Kejahatan, dan Aksi Prancis yang Kasar
📖 SINOPSIS LENGKAP
Last Bullet mengisahkan Lino (Alban Lenoir), seorang pembalap jalanan legendaris dan mekanik jenius yang hidupnya terjebak dalam siklus kejahatan di selatan Prancis. Setelah bebas dari penjara, Lino berusaha menjalani hidup tenang di bengkelnya, namun masa lalunya yang gelap sebagai pencuri mobil profesional terus menghantuinya.
Kehidupan Lino yang rapuh itu hancur ketika mantan rekannya dalam dunia kriminal memaksanya untuk ikut dalam satu perampokan terakhir. Sasaran mereka bukan sekadar uang, melainkan mobil balap prototipe yang sangat canggih. Dalam operasi yang penuh risiko ini, Lino harus berhadapan tidak hanya dengan polisi yang dipimpin oleh inspektur yang gigih, tetapi juga dengan mantan koleganya yang serakah dan tidak bisa dipercaya. Setiap keputusan di belakang kemudi dapat menjadi “peluru terakhir” yang menentukan hidup atau matinya.
⭐ ANALISIS MENDALAM: TENAGA KUDAT & NARASI DATAR
✅ KELEBIHAN FILM
- 🏎️ Adegan Kejar-Kejaran Mobil yang Intens dan Realistis: Koreografi aksi balap dan kejar-kejaran difilmkan dengan baik, menampilkan aksi fisik mobil yang meyakinkan tanpa terlalu bergantung pada CGI.
- 🎭 Performa Alban Lenoir yang Melekat: Lenoir secara fisik dan emosional cocok dengan peran Lino, menggambarkan seorang mekanik/pembalap yang muram, terampil, dan penuh beban dengan meyakinkan.
- 🏞️ Atmosfer Lokal Prancis Selatan yang Kuat: Film berhasil menangkap vibe jalanan dan pedesaan Prancis selatan yang menjadi latar cerita.
- 🔧 Detil Mekanik yang Meyakinkan: Adegan di bengkel dan modifikasi mobil dibuat dengan perhatian pada detail, memberikan kredibilitas pada karakter utama.
- ⚡ Pace yang Cepat dan Langsung ke Tujuan: Film langsung memasuki aksi dan tidak banyak menghabiskan waktu untuk pengantar yang panjang.
⚠️ KEKURANGAN FILM
- 📜 Plot yang Sangat Klise dan Dapat Ditebak: Cerita “satu pekerjaan terakhir” dan “pembalap dengan masa lalu gelap” adalah formula yang sudah sangat usang.
- 🎭 Karakter yang Datar dan Minim Pengembangan: Lino dan karakter lainnya tidak memiliki kedalaman atau arc perkembangan yang menarik. Mereka sekadar fungsional untuk memajukan aksi.
- 🤝 Dinamika Konflik yang Lemah: Konflik dengan polisi dan sesama penjahat terasa dangkal dan kurang menegangkan secara emosional.
- 💥 Aksi yang Kurang Inovatif: Meski dibuat dengan baik, adegan kejar-kejaran tidak menawarkan momen atau stunt yang benar-benar baru dan mengesankan.
- 🎬 Gaya yang Terlalu Mirip dengan Film Prancis Lain: Terasa seperti versi yang lebih sederhana dari film-film serupa seperti “Overdrive” atau “Taxi”.
🎭 TENGAH PENTING: LENOIR MENJALANI PERAN
Alban Lenoir (Le Convoyeur, Lost Bullet) sekali lagi menunjukkan spesialisasinya dalam peran pria tangguh Prancis yang pendiam. Ia membawa keahlian fisik dan aura jalanan yang meyakinkan untuk peran Lino. Namun, sayangnya skrip tidak memberinya ruang untuk menunjukkan jangkauan emosional yang lebih luas.
Nicolas Duvauchelle dan Stéfi Celma memberikan dukungan yang cukup dalam peran mereka, tetapi seperti halnya film ini, karakter mereka kurang berkembang dan lebih berfungsi sebagai penghalang atau pendorong bagi protagonis. Chemistry antar karakter secara keseluruhan terasa biasa saja.
💎 KESIMPULAN & REKOMENDASI
Dengan rating IMDb 6.3, Last Bullet adalah film aksi Prancis yang kompeten namun sangat formulaic. Film ini memberikan apa yang dijanjikannya: kejar-kejaran mobil, kekerasan jalanan, dan drama kriminal ringkas, tetapi gagal menawarkan sesuatu yang segar atau tak terlupakan.
⚠️ Bisa ditonton jika: Anda adalah penggemar berat film aksi/balap bergaya Eropa, menyukai film dengan adegan mengemudi yang solid, atau penggemar Alban Lenoir. Cocok untuk tontonan santai di akhir pekan tanpa tuntutan narasi yang kompleks. ❌ Tidak direkomendasikan jika: Anda mencari film dengan cerita yang inovatif, karakter yang berkembang, aksi yang revolusioner, atau kedalaman emosional. Ini adalah tontonan ringan yang akan cepat terlupakan.