๐ฎ๐ฅ REVIEW BORDERLANDS (2024) – Sci-Fi Kacau yang Gagal Menangkap Semangat Game
๐ SINOPSIS LENGKAP
Borderlands menceritakan Lilith (Cate Blanchett), seorang Vault Hunter legendaris yang memiliki kekuatan Siren, yang dipanggil kembali ke planet gurun yang kacau, Pandora. Ia ditugaskan oleh Atlas, konglomerat galaksi, untuk menemukan putri rahasianya yang hilang, seorang gadis muda bernama Tiny Tina (Ariana Greenblatt) yang mungkin memegang kunci menuju sebuah “Vault”โruangan legendaris yang dikabarkan berisi teknologi dan kekuatan tak terbatas.
Untuk misi ini, Lilith dipaksa membentuk tim yang terdiri dari orang-orang aneh: Roland (Kevin Hart), seorang mantan tentara; Krieg (Florian Munteanu), seorang pria raksasa yang mengoceh tidak karuan; Tannis (Jamie Lee Curtis), seorang arkeolog eksentrik; dan Claptrap (Jack Black), sebuah robot kecil yang sangat mengganggu. Perjalanan mereka melintasi lanskap berbahaya Pandora dipenuhi dengan monster, bandit, dan pertarungan yang berantakan, sambil mereka mencoba mengungkap misteri di balik hilangnya gadis tersebut.
โญ ANALISIS MENDALAM: BENCANA PRODUKSI YANG TERLIHAT JELAS
โ KELEBIHAN FILM
- ๐ญ Performa Beberapa Pemeran yang Berusaha: Cate Blanchett berusaha keras memberikan gravitasi pada Lilith, sementara Jamie Lee Curtis sebagai Tannis dan Jack Black (pengisi suara Claptrap) memberikan energi liar yang sesuai semangat game.
- ๐จ Desain Produksi & Kosmetik yang Kreatif: Beberapa elemen visual, seperti desain karakter dan properti, berhasil menangkap estetika cel-shaded dan post-apocalyptic yang unik dari dunia game.
- ๐ Beberapa Lelucon yang Berhasil: Beberapa humor kering dan absurd dari game asli berhasil diterjemahkan ke layar lebar, terutama dari karakter seperti Claptrap.
โ ๏ธ KEKURANGAN FILM (YANG DOMINAN)
- ๐ Skenario yang Sangat Berantakan dan Tidak Fokus: Plot film adalah kekacauan total. Cerita melompat-lompat, karakter diperkenalkan dan dilupakan, dan tidak ada alur yang koheren. Terlihat jelas hasil dari proses penulisan ulang yang panjang dan kacau.
- ๐ฌ Penyutradaraan yang Tidak Memiliki Identitas: Eli Roth, yang dikenal dengan film horor, tampak tidak cocok dengan material komedi aksi sci-fi ini. Film tidak memiliki tone yang konsisten, beralih antara komedi, aksi, dan drama dengan canggung.
- ๐ฅ Adegan Aksi yang Tidak Memuaskan dan Berantakan: Pertarungan dan tembak-menembak terasa kacau, tidak kreatif, dan terkesan seperti “orang berteriak dan menembak” tanpa koreografi yang jelas atau rasa bahaya.
- ๐ญ Pemeran yang Salah Arah dan Tidak Sinergi: Kevin Hart sebagai Roland adalah kesalahan casting besar. Chemistry antar anggota tim tidak terbangun, dan mereka lebih terlihat seperti sekumpulan bintang yang dibayar mahal daripada sebuah tim petualang.
- ๐ฎ Gagal Menangkap Inti & Semangat Game: Film ini kehilangan semangat “loot-and-shoot”, humor gelap yang khas, dan rasa petualangan liar yang membuat game Borderlands dicintai. Rasanya seperti produk generik yang hanya menggunakan namanya saja.
๐ญ TENGAH PENTING: KOLEKSI BINTANG YANG TERSESAT
Cate Blanchett berakting seolah-olah berada di film yang lebih baik. Ia mencoba membawa kekuatan dan misteri pada Lilith, tetapi ditahan oleh materi yang buruk. Jamie Lee Curtis terlihat paling menikmati perannya sebagai Tannis yang gila, dan merupakan salah satu sedikit cahaya dalam film ini. Sayangnya, Kevin Hart sama sekali tidak cocok sebagai Rolandโia hanya memainkan persona komedinya yang biasa tanpa membawa bobot seorang pemimpin militer.
Jack Black sebagai suara Claptrap adalah casting yang tepat, tetapi bahkan energinya yang liar tidak cukup menyelamatkan karakter robot itu dari penulisan yang buruk. Para pemain secara keseluruhan tampak terputus satu sama lain, seperti mereka syuting adegan yang berbeda.
๐ KESIMPULAN & REKOMENDASI
Dengan rating IMDb 4.7 yang sangat rendah (dan masih turun) dari 56K suara, Borderlands adalah contoh textbook bagaimana TIDAK mengadaptasi video game. Film ini adalah kekacauan produksi dari awal hingga akhir yang terlihat jelas di layar.
โ Hampir Tidak Direkomendasikan: Kecuali Anda adalah penggemar berat franchise Borderlands yang ingin melihat betapa buruknya adaptasinya, atau penasaran dengan bagaimana film bisa gagal dengan skala sedemikian rupa. ๐ Tontonlah Gameplay-nya: Jika Anda tertarik dengan dunia Borderlands, jauh lebih memuaskan untuk memainkan gamenya (Borderlands 2) atau menonton cinematic cutscene-nya di YouTube. Film ini tidak memberikan keadilan pada sumber materialnya sama sekali.