πΈπ REVIEW PICTURE THIS (2025) – Komedi Romantis yang Buram di Antara Bingkai
π SINOPSIS LENGKAP
Pia (Simone Ashley) adalah seorang fotografer berbakat di London yang studio potretnya hampir bangkrut. Hidupnya kacau dan tidak berjalan sesuai keinginannya [citation:3]. Di usianya yang mendekati 30, ia harus menghadapi tekanan keluarga saat adiknya, Sonal (Anoushka Chadha), bersiap menikah dengan pesta mewah ala India [citation:8].
Situasi semakin rumit ketika ibunya, Laxmi (Sindhu Vee), memanggil seorang peramal untuk membaca horoskop. Sang peramal memberikan prediksi mengejutkan: cinta sejati Pia akan ia temukan dalam lima kencan berikutnya [citation:3]. Keluarga dan sahabatnya pun langsung bergerak menjodohkan Pia dengan berbagai pria pilihan.
Di tengah kekacauan ini, Charlie (Hero Fiennes Tiffin), mantan kekasih masa kecil yang pernah menghancurkan hatinya, tiba-tiba muncul kembali sebagai pendamping pengantin pria [citation:3][citation:8]. Pia kini harus menghadapi masa lalu yang rumit, serangkaian kencan buta yang kacau, dan pertanyaan apakah cinta sejati mungkin sudah ada di depan mata selama ini.
β ANALISIS MENDALAM: ROMCOM YANG LEBIH EFEKTIF SEBAGAI KOMEDI DARIPADA ROMANSA
β KELEBIHAN FILM
- π Penampilan Simone Ashley yang Memukau: Bintang Bridgerton ini membawa karisma, naturalisme, dan energi yang membuat karakternya tetap menarik meski materi film biasa saja. Roger Ebert memujinya sebagai “penampilan utama yang memenangkan hati” [citation:8].
- π Momen Komedi yang Mengocok Perut: Adegan kencan dengan Phil Dunster sebagai instruktur yoga yang menyanyikan lagu Jason Mraz menjadi salah satu momen terlucu [citation:8]. Chemistry Ashley dengan Luke Fetherston sebagai sahabat juga sangat menghibur [citation:8][citation:9].
- π Representasi Budaya yang Autentik: Sutradara Prarthana Mohan dan penulis Nikita Lalwani memastikan detail budaya India-Britania akurat, dari kostum hingga tata cahaya untuk warna kulit yang beragam [citation:4].
- π¨ Kostum dan Sinematografi Warna-warni: Desain kostum menjadi salah satu nilai tambah, dengan pakaian stylish yang mencerminkan karakter Pia yang ekspresif [citation:2][citation:8].
- πΌ Debut Produksi Simone Ashley: Ini adalah pertama kalinya Ashley menjadi produser, menunjukkan ambisinya untuk berkembang di belakang layar [citation:6].
β οΈ KEKURANGAN FILM
- π Romansa yang Gagal Terbangun: Chemistry antara Pia dan Charlie (Hero Fiennes Tiffin) terasa datar. Karakter Charlie hanya “idealised love interest” tanpa kepribadian yang jelas [citation:5][citation:8].
- π Plot yang Terlalu Dapat Ditebak: Film ini mengikuti formula rom-com standar tanpa inovasi. Masalah Pia terselesaikan dengan “quick fixes” yang membuat perjalanan cerita terasa sia-sia [citation:5].
- π¬ Eksekusi “Cheap dan Disposable”: The Guardian menyebut film ini terasa seperti “fast fashion of the film world” dengan pencahayaan berlebihan, pacing ganjil, dan penggunaan split-screen yang mengganggu [citation:9].
- π Humor yang Tidak Konsisten: Banyak lelucon yang gagal, termasuk adegan kencan dengan putra miliarder yang terjebak humor toilet kekanak-kanakan [citation:8].
- π Karakter Sahabat yang Stereotip: Jay si “gay best friend” diperkenalkan dengan dialog klise, meski akhirnya berkat akting Fetherston karakter ini tetap menyenangkan [citation:5].
- β±οΈ Akhir yang Terburu-buru: Klimaks film terasa tergesa-gesa, tanpa membangun emosi yang cukup untuk membuat penonton peduli dengan pasangan utama [citation:5].
ποΈ APA KATA KRITIKUS?
“A rom-com that’s more effective as com than rom, with several big laughs and a thoroughly winning lead performance from Simone Ashley.”
β Christy Lemire, RogerEbert.com βββ
“Simone Ashley tries her best… but it’s too flimsy and forgettable to demand our attention.”
β Adrian Horton, The Guardian ββ
“In the end, what could have been a refreshing take on the genre settles for being just another rom-com, serviceable at best.”
β Cinema Express ββΒ½
“A total time waste… the cinematic equivalent of someone trying way too hard to be deep and meaningful.”
β gezer-atakan, IMDb user review β
π¬ DI BALIK LAYAR: ADAPTASI DENGAN SENTUHAN DESI
Picture This diadaptasi dari film Australia “Five Blind Dates” (2024) [citation:4][citation:8]. Penulis Nikita Lalwani dengan sengaja memasukkan banyak pengalaman pribadi sebagai wanita muda Asia Selatan di Inggris, termasuk lelucon keluarga yang autentik dan referensi nerd seperti Harry Potter [citation:4].
Sutradara Prarthana Mohan bekerja sama dengan tim wardrobe dan kamera untuk memastikan representasi yang akurat, termasuk pencahayaan yang tepat untuk berbagai warna kulit [citation:4]. Simone Ashley, yang juga bertindak sebagai produser, banyak berkontribusi dalam pengembangan karakter Pia agar terasa autentik [citation:6].
Ashley mengaku terinspirasi oleh film-film rom-com era 90-an seperti My Best Friend’s Wedding, 10 Things I Hate About You, dan Bend It Like Beckham [citation:6].
π PERFORMANCE DAN KARAKTER
πΈ Simone Ashley sebagai Pia
Ashley membawa energi liar, ambisi, dan kerentanan ke karakternya. Ia adalah jantung film ini, bahkan saat materi di sekitarnya lemah [citation:3][citation:8].
π Hero Fiennes Tiffin sebagai Charlie
Tampan dan charming, tapi karakternya kurang berkembang. Penonton tidak pernah benar-benar merasakan mengapa Pia harus kembali padanya [citation:5][citation:8].
π¬ Luke Fetherston sebagai Jay
Sahabat karib Pia yang memberi energi komedi segar. Chemistry-nya dengan Ashley adalah salah satu kekuatan utama film [citation:8].
π§ Phil Dunster sebagai Milo
Bintang Ted Lasso ini nyaris tidak dikenali sebagai instruktur yoga narsistik. Adegannya adalah salah satu yang paling lucu [citation:8].
Pemeran pendukung termasuk Sindhu Vee sebagai ibu yang peduli, Nikesh Patel sebagai kencan manis, dan Asim Chaudhry sebagai putra miliarder [citation:3][citation:10].
π KESIMPULAN: LAYAK DITONTON ATAU TIDAK?
Picture This adalah film yang ingin Anda sukaiβia punya bintang karismatik, representasi budaya yang autentik, dan momen-momen komedi yang benar-benar lucu. Namun sebagai ROM-ance, ia gagal total. Chemistry utama yang datar dan plot yang terlalu mudah ditebak membuat film ini sulit meninggalkan kesan mendalam [citation:5][citation:8][citation:9].
Dengan rating IMDb 5.3/10 dari 6.2K suara, film ini berada di zona “bisa ditonton sekali, lalu dilupakan”. Simone Ashley membuktikan dirinya sebagai bintang rom-com masa depan, tetapi ia butuh materi yang lebih baik untuk benar-benar bersinar.
β DIREKOMENDASIKAN JIKA: Anda penggemar Simone Ashley, mencari tontonan ringan di akhir pekan, atau ingin melihat representasi budaya India-Britania yang autentik dalam rom-com.
β LEWATKAN JIKA: Anda mencari rom-com dengan chemistry kuat ala film 90-an, menginginkan cerita cinta yang meyakinkan, atau muak dengan film streaming yang terasa “cheap and disposable”.
“Ashley actually enjoys a more convincing chemistry with Fetherston as her best friend… I’m a hopeless romantic” β Simone Ashley, People Magazine [citation:6][citation:8]
π DETAIL FILM PICTURE THIS (2025)
πΊ INFO STREAMING
“Take your shot” β Tagline resmi film [citation:3]