
MOVIEBOX21 – Rapper Tyga kembali menjadi sorotan setelah mengakui penggunaan kecerdasan buatan (AI) pada album terbarunya yang bertajuk $TARFACE. Dalam wawancara dengan majalah VIBE, Tyga mengungkapkan bahwa tim produksinya menggunakan platform pembangkit musik AI, Suno, untuk menciptakan elemen-elemen instrumental tertentu pada album yang dirilis 31 Juli 2026 ini [citation:1][citation:4].
Album yang terinspirasi dari era 1980-an ini menghadirkan alter ego baru Tyga bernama $TARFACE. Meskipun menggunakan AI untuk menciptakan instrumen seperti synth retro dan solo gitar, Tyga menegaskan bahwa semua lirik dan vokal sepenuhnya adalah karyanya sendiri [citation:5].
🤖 AI Sebagai Alat, Bukan Pengganti
Tyga membela keputusannya menggunakan AI dengan membandingkannya dengan teknologi Auto-Tune. Menurutnya, resistensi terhadap AI saat ini serupa dengan skeptisisme yang dulu menyambut Auto-Tune saat pertama kali diperkenalkan [citation:1][citation:3].
🎤 Pernyataan Tyga:
“Kami pasti menggunakan AI sebagai alat. Dan saya tahu orang-orang akan marah mendengar ini, tapi ini adalah arah teknologi.” [citation:5]
“Ini tidak berbeda dengan saat Auto-Tune muncul. Beberapa orang menentangnya, tapi artis sejati mengambilnya dan menggunakannya.” [citation:1][citation:3]
Tyga menjelaskan bahwa kebutuhan akan instrumen seperti synth 1980-an dan solo gitar membuatnya menggunakan Suno sebagai alat bantu [citation:1][citation:5].
“Tapi dalam hal penulisan, semua vokal adalah milik saya. Tidak ada yang salah dengan menggunakan teknologi sebagai alat.” [citation:1][citation:3]
🎵 Inspirasi $TARFACE dan 1980-an
Album $TARFACE adalah proyek yang sangat personal bagi Tyga. Konsep dan alter ego ini terinspirasi dari kenangan masa kecilnya bersama mendiang ibu yang sering memutar musik-musik era 1980-an. Proyek ini juga terhubung dengan film Baby, You’re a Star yang ia garap [citation:4][citation:11].
Karakter ini digambarkan sebagai sosok yang “tidak memiliki batasan dan aturan,” memberikan Tyga kebebasan kreatif untuk mengeksplorasi suara yang berbeda dari katalog musiknya yang sudah mapan [citation:4].
🎤 Tentang Alter Ego $TARFACE:
“$TARFACE dan Tyga adalah dua orang yang berbeda. $TARFACE tidak memiliki batasan dan tidak ada aturan. Tyga sebagai artis adalah merek yang saya bangun selama 15 tahun terakhir dengan katalog musik yang solid. Tapi ini adalah hal yang sama sekali berbeda.” [citation:4]
🔍 Spekulasi dan Respons Industri
Spekulasi tentang penggunaan AI pada $TARFACE telah muncul sejak sebelum album dirilis. Produser Medasin secara publik menuduh bahwa musik dalam proyek tersebut mengandung tanda-tanda AI generatif. Tyga juga ditempatkan dalam perdebatan yang sama dengan sesama rapper West Coast, Fenix Flexin, yang lagunya “Rubberz” juga dituduh menggunakan AI, meskipun Fenix Flexin membantahnya [citation:5][citation:12].
Menariknya, Tyga sebelumnya tidak menyebutkan penggunaan AI dalam promosi awal album. Ia justru menekankan penggunaan peralatan vintage seperti harmonizer lama untuk menciptakan suara yang otentik dari tahun 1983 [citation:5].
Hingga saat ini, Tyga belum merinci lagu mana saja yang menggunakan elemen AI atau seberapa besar kontribusi Suno pada hasil akhir album [citation:5][citation:6].
💬 Kesimpulan
🎶 Tyga menjadi salah satu rapper mainstream pertama yang secara terbuka mengakui penggunaan AI dalam proses kreatifnya. Meskipun mendapat kritik, ia dengan tegas membela keputusannya dengan menyebut AI sebagai alat, bukan pengganti kreativitas manusia. Album $TARFACE menjadi simbol bagaimana teknologi AI mulai merambah industri musik dan memicu perdebatan baru tentang batasan dan etika dalam berkarya.
📅 Tanggal Publikasi: 7 Agustus 2026
📍 Kategori: Musik, Teknologi, AI, Hip-Hop
🏷️ Tags: Tyga, $TARFACE, Suno AI, Artificial Intelligence, Auto-Tune, Music Production, Hip-Hop, Album 2026, Teknologi Musik, Kontroversi AI
