Paramount Tanggapi Gugatan 12 Negara Bagian Soal Merger Warner Bros

· Diperbarui Pada · Diposting Pada
Paramount Tanggapi Gugatan 12 Negara Bagian Soal Merger Warner Bros
7.0/2645 suara
Bookmark

Gedung Pengadilan

MOVIEBOX21Paramount Skydance merespons gugatan 12 negara bagian yang memprotes proses merger antara perusahaan tersebut dengan Warner Bros. Discovery (WBD) dengan tudingan pelanggaran antimonopoli. Paramount menyatakan akan melawan gugatan tersebut, yang membuat kasus merger senilai US$111 miliar (Rp2.005 triliun) itu akan bermuara di meja hijau [citation:1][citation:2].

Gugatan diajukan oleh koalisi 12 jaksa agung negara bagian yang dipimpin oleh Jaksa Agung California Rob Bonta pada Senin, 13 Juli 2026, di Pengadilan Distrik Utara California [citation:1][citation:8]. Mereka meminta pengadilan untuk menghentikan merger yang akan menggabungkan dua dari lima distributor film terbesar Hollywood dan dua dari lima pemilik saluran kabel terbesar di Amerika Serikat [citation:7][citation:10].

🏛️ Dasar Gugatan Negara Bagian

Para jaksa agung berpendapat bahwa merger ini melanggar Section 7 dari Clayton Act, yang melarang merger yang dapat mengurangi persaingan secara signifikan atau menciptakan monopoli [citation:1][citation:7].

Menurut dokumen gugatan, perusahaan gabungan akan menguasai [citation:1][citation:7][citation:12]:

  • Hampir sepertiga (27%) pasar distribusi film layar lebar
  • Lebih dari 30% pasar film blockbuster beranggaran besar
  • Sekitar 27% pasar lisensi saluran televisi kabel dasar

Setelah merger, hanya empat distributor (Paramount-Warner, Disney, Universal, dan Sony) yang akan menguasai lebih dari 90% film blockbuster [citation:7][citation:12]. “Merger ini akan memadamkan persaingan antara Paramount dan Warner Bros., yang telah berlangsung selama lebih dari seabad,” tegas Bonta dalam konferensi pers [citation:9].

📜 Tanggapan Paramount

🎤 Pernyataan Paramount Skydance:
“Gugatan yang diajukan oleh jaksa agung negara bagian, dalam pandangan yang paling positif sekalipun, mencerminkan penerapan hukum antimonopoli yang cacat secara fundamental dan salah dalam fakta maupun hukum. Gugatan ini mendistorsi hukum antimonopoli yang sudah mapan dan didasarkan pada misrepresentasi persaingan di industri hiburan saat ini.”

Paramount menyatakan akan “membela transaksi ini dengan tegas” dan berargumen bahwa merger justru menciptakan pesaing yang lebih kuat melawan platform streaming dan teknologi dominan seperti Netflix, yang telah merugikan pasar eksibisi teateral dan lapangan kerja di industri hiburan [citation:2][citation:5].

💡 Argumen Paramount:
“Efek praktis dari gugatan ini adalah melindungi platform streaming dominan seperti Netflix dan perusahaan teknologi dari persaingan yang sangat dibutuhkan, sambil mencegah manfaat signifikan yang akan diberikan transaksi ini bagi konsumen, kreator, pekerja, dan ekonomi Hollywood yang lebih luas.”

Perusahaan juga menekankan bahwa merger telah disetujui oleh regulator di 24 yurisdiksi, termasuk Departemen Kehakiman AS yang pada pertengahan Juni 2026 menyatakan transaksi tersebut “tidak mungkin mengakibatkan kerugian bagi persaingan atau konsumen Amerika” [citation:2][citation:3][citation:6].

⚖️ Sidang Darurat dan TRO

Koalisi negara bagian mengajukan permohonan darurat untuk temporary restraining order (TRO) dan preliminary injunction pada Senin malam, 13 Juli, meminta hakim federal mengeluarkan putusan paling lambat 22 Juli [citation:5][citation:8].

“Raksasa-raksasa industri ini tidak boleh melanjutkan merger sebelum pengadilan mengevaluasi klaim kami secara menyeluruh,” ujar Jaksa Agung California Rob Bonta [citation:8].

Hakim Araceli Martinez-Olguin telah ditunjuk untuk menangani kasus ini. Hakim yang ditunjuk oleh Presiden Biden ini sebelumnya pernah menangani gugatan serupa dan memiliki latar belakang di National Immigration Law Center dan ACLU Immigrants’ Rights Project [citation:8].

🌍 Negara Bagian Penggugat

Selain California, koalisi ini diikuti oleh jaksa agung dari [citation:1][citation:7][citation:12]:

  • Arizona
  • Colorado
  • Connecticut
  • Massachusetts
  • Minnesota
  • Nevada
  • New Jersey
  • New Mexico
  • New York
  • Oregon
  • Washington

📊 Dampak yang Dikhawatirkan

Sektor Dampak yang Dikhawatirkan
Konsumen Harga lebih tinggi, kualitas lebih rendah, pilihan konten lebih sedikit [citation:9][citation:10]
Bioskop Kekuatan negosiasi berkurang, persyaratan lebih berat [citation:7]
Pekerja Kreatif Pengurangan proyek dan lapangan kerja [citation:5][citation:10]
Distributor Kabel Biaya lisensi lebih tinggi, ancaman blackout [citation:10]

🏢 Aset yang Akan Digabung

Jika merger disetujui, Paramount akan menguasai portofolio aset media yang sangat luas, termasuk [citation:3][citation:9][citation:11]:

  • Studio Film: Paramount Pictures, Warner Bros. Motion Picture Group, DC Studios, New Line Cinema
  • Jaringan TV: CBS, CNN, HBO, TBS, TNT, TCM, HGTV, Food Network, Comedy Central, Nickelodeon, MTV
  • Streaming: Paramount+, HBO Max, Discovery+
  • Waralaba Ikonik: Harry Potter, Batman, Superman, Top Gun, Game of Thrones, Lord of the Rings

Paramount berkomitmen untuk tetap merilis minimal 30 film per tahun dan menjaga studio Paramount dan Warner tetap terpisah secara operasional [citation:5][citation:9].

👥 Dukungan dan Penolakan

✅ Mendukung Gugatan:

  • Writers Guild of America (WGA): Mengajukan gugatan terpisah, menyebut merger “mengancam kesehatan ekonomi dan kreatif industri hiburan Amerika” [citation:5]
  • Lebih dari 5.000 pekerja industri hiburan menandatangani surat terbuka menentang merger, termasuk Jane Fonda, Ben Stiller, Bryan Cranston, Javier Bardem, Lin-Manuel Miranda, dan Mark Ruffalo [citation:9]
  • Cinema United (asosiasi bioskop): Khawatir merger akan mengurangi jumlah film yang diproduksi [citation:9]

✅ Mendukung Merger:

  • Departemen Kehakiman AS: Menyetujui merger tanpa syarat, menyatakan akan meningkatkan persaingan [citation:3][citation:6]
  • 24 yurisdiksi global telah memberikan persetujuan regulasi [citation:2]
  • Paramount Skydance: Berargumen merger akan menciptakan pesaing kuat melawan Netflix dan platform teknologi [citation:2]

📅 Langkah Selanjutnya

Paramount telah berkomitmen membayar “ticking fee” sebesar 25 sen per saham untuk setiap kuartal jika merger tidak selesai setelah 30 September 2026 — setara dengan sekitar US$650 juta per kuartal [citation:2][citation:9]. Perusahaan juga menyetujui biaya terminasi regulasi sebesar US$7 miliar jika merger batal [citation:5].

Merger ini juga masih menunggu persetujuan regulator di Inggris, di mana pejabat telah menyatakan kemungkinan akan melakukan intervensi [citation:2]. Selain itu, ada kekhawatiran pengaruh politik karena CEO Paramount David Ellison adalah putra dari Larry Ellison (pendiri Oracle), yang merupakan donor utama Presiden Donald Trump [citation:3][citation:9].

💬 Kesimpulan

⚖️ Status Terkini: Gugatan 12 negara bagian berpotensi menunda atau menggagalkan merger senilai US$111 miliar antara Paramount Skydance dan Warner Bros. Discovery — yang akan menjadi merger media terbesar dalam sejarah Hollywood. Sidang darurat untuk TRO dijadwalkan dalam waktu dekat, dengan hakim ditunjuk untuk memutuskan apakah merger dapat dilanjutkan atau harus ditunda selama proses hukum berlangsung.

📅 Tanggal Publikasi: 16 Juli 2026
📍 Kategori: Bisnis Media, Hukum, Hollywood, Akuisisi
🏷️ Tags: #ParamountSkydance #WarnerBrosDiscovery #Merger #Antitrust #Hollywood #RobBonta #Gugatan #MediaConsolidation

error: Content is protected !!