MOVIEBOX21 | Kabar kurang menyenangkan kembali menyelimuti kehidupan selebgram ternama Fuji. Setelah sebelumnya diterpa berbagai isu, kini Fuji harus kembali menghadapi pengkhianatan dari orang kepercayaannya sendiri. Seorang mantan karyawan (eks karyawan) diduga telah menyebarkan percakapan pribadi (chat) milik sang selebgram ke publik.
Insiden ini terungkap setelah Fuji buka suara melalui akun media sosial pribadinya. Dalam unggahan yang langsung viral tersebut, Fuji mengaku mengalami tekanan psikologis yang luar biasa pasca penyebaran chat pribadinya.
“Saya nyaris gila. Bukan karena isi chat-nya, tapi karena dikhianati oleh orang yang dulu saya percayai dan saya gaji,” tulis Fuji dengan nada emosional.
Kronologi Penyebaran Chat Pribadi
Menurut informasi yang dihimpun, mantan karyawan tersebut diduga memiliki akses ke perangkat Fuji selama masih bekerja. Alih-alih menjaga kerahasiaan, oknum tersebut justru mengambil tangkapan layar percakapan pribadi milik Fuji, kemudian menyebarkannya secara terbatas yang akhirnya bocor ke publik.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti isi percakapan yang disebarluaskan. Namun, Fuji menegaskan bahwa konten chat tersebut telah dipelintir dan dikeluarkan dari konteksnya.
“Mereka ambil potongan chat, lalu dibuat narasi aneh-aneh. Padahal itu percakapan yang sifatnya personal dan tidak untuk publik,” ungkap Fuji dalam postingan lanjutannya.
Dampak Psikologis: Fuji Nyaris Gila
Kekecewaan Fuji bukan hanya soal kebocoran data pribadi, melainkan rasa pengkhianatan yang mendalam. Ia mengaku sempat tidak bisa tidur dan mengalami kecemasan berlebih.
“Saya sampai nggak percaya sama siapa pun untuk sementara waktu. Rasanya pusing campur kesal. Apalagi chat itu tersebar di saat saya sedang baik-baik saja dengan hidup saya,” beber Fuji.
Langkah Hukum Sedang Disiapkan
Kuasa hukum Fuji dikabarkan sudah mengumpulkan bukti-bukti digital terkait penyebaran chat pribadi tersebut. Penyebaran percakapan tanpa izin dapat dikenakan sanksi serius, termasuk Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tentang penghinaan, pencemaran nama baik, hingga penyebaran dokumen pribadi.
“Tindakan mantan karyawan tersebut sangat merugikan secara moral. Kami sedang membahas langkah hukum yang paling tepat untuk memberikan efek jera,” ucap salah satu tim kuasa hukum Fuji.
Pesan Fuji untuk Publik
Di akhir unggahannya, Fuji berpesan agar publik tidak ikut-ikutan menyebarluaskan tangkapan layar yang tidak jelas sumbernya. Ia juga mengingatkan para pekerja atau mantan pekerja untuk menjaga etika profesional.
“Percayalah, apa yang kalian lakukan itu nggak keren. Sekali mengkhianati amanah itu dosa. Buat yang pegang data pribadi orang lain, jaga baik-baik. Jangan jadi perusak hidup orang,” pungkas Fuji.
Hingga berita ini diturunkan, pihak mantan karyawan yang dimaksud belum memberikan tanggapan resmi.