π€ͺπ REVIEW MASTIII 4 (2025) – Komedi Kasar yang Kehilangan Arah
π SINOPSIS LENGKAP
Amar (Riteish Deshmukh), Meet (Vivek Oberoi), dan Prem (Aftab Shivdasani) kembali sebagai tiga sahabat yang kini merasa terjebak dalam rutinitas pernikahan membosankan. Amar bekerja di kebun binatang dengan spesialisasi aneh: membantu hewan kawin. Prem adalah dokter yang kehilangan ruang pribadi, sementara Meet bergelut di industri otomotif dengan istri super posesif.
Semua berubah saat mereka menghadiri pesta ulang tahun pernikahan ke-10 sahabat mereka, Kamraj (Arshad Warsi) dan Menaka (Nargis Fakhri). Di luar dugaan, mereka menemukan Kamraj sedang bersenang-senang dengan wanita lainβdan yang lebih mengejutkan, istrinya tahu dan mengizinkannya. Konsep “Love Visa” pun lahir: satu minggu kebebasan total setahun, setelah itu suami kembali menjadi loyal.
Terinspirasi ide gila ini, ketiganya nekat meminta izin serupa dari istri mereka: Bindiya (Elnaaz Norouzi), Aanchal (Shreya Sharma), dan Geeta (Ruhi Singh). Di luar dugaan, para istri justru menyetujui dengan cepat. Namun apa yang awalnya tampak seperti jalan menuju kebebasan berubah menjadi kekacauan total saat para istri balik bermain dengan aturan mereka sendiriβ”Reverse Masti” yang memicu rentetan kesalahpahaman, kejar-kejaran absurd, dan konflik rumah tangga yang semakin tak terkendali.
β ANALISIS MENDALAM: KOMEDI DEWASA YANG LELAH
β KELEBIHAN FILM
- π΅ Soundtrack Masih Layak Dengar: Lagu seperti “Pakad Pakad”, “Rasiya Balama”, dan “One in Crore” cukup catchy. Penampilan Genelia Deshmukh di lagu “Pakad Pakad” jadi satu-satunya momen manis di film ini.
- π Tusshar Kapoor Mencoba: Meski karakternya absurd sebagai “Don Bhojpuri Rusia”, setidaknya dia terlihat menikmati perannya.
- β±οΈ Durasi Tidak 3 Jam: Syukurlah “hanya” 141 menit.
- π Beberapa Lelucon Masih Mengena: Meski mayoritas gagal, ada 2-3 adegan yang mungkin membuat Anda tersenyum.
β οΈ KEKURANGAN FILM
- π Skrip yang Lemah: Tidak ada cerita yang solid. Hanya rangkaian lelucon acak tanpa konteks yang jelas.
- π Akting Overacting: Riteish, Vivek, Aftab berusaha mati-matian mengulang kejayaan 21 tahun lalu. Hasilnya? Berlebihan dan tidak natural.
- π Humor Tingkat Bawah: Lelucon “Sookhe Hue Anjeer”, “China Maal”, “Doctor’s Advice”βsemuanya lelucon lawas yang dipaksakan.
- π¬ Sutradara Kehilangan Sentuhan: Milap Zaveri gagal menghidupkan kembali waralaba yang dulu sukses.
- π© Perempuan sebagai Pelengkap: Elnaaz Norouzi, Ruhi Singh, Shreya Sharma hanya jadi pajangan tanpa pengembangan karakter.
- πΈ Bencana Box Office: Budget βΉ50 crore, balik modal? Cuma βΉ9.14-15.14 crore. Kerugian hingga 70%.
ποΈ APA KATA KRITIKUS?
“Loud, lewd and painfully lazy. Sebuah franchise yang kelelahan berlari dengan lelucon kusam.”
β Prachi Arya, India Today ββ
“Milap Zaveri menyajikan fantasi ala pria prudish yang menyamar sebagai komedi dewasa.”
β Rahul Desai, The Hollywood Reporter India
“Masih ada beberapa tawa, tapi tidak cukup menyelamatkan film dari kekacauan.”
β Vinamra Mathur, Firstpost ββ
“Mastiii 4 adalah bukti bahwa beberapa waralaba seharusnya pensiun dengan anggun.”
β Mayur Sanap, Rediff.com ββ
π¬ PRODUKSI DAN RILIS
π BINTANG YANG MEREDUP
Riteish Deshmukh
Dulu raja komedi Masti (2004). Sekarang terjebak di waralaba yang sudah mati suri. Masih punya timing komedi, tapi naskah tidak membantunya.
Vivek Oberoi
Dari Company, Saathiya ke film seperti ini. Pilihan naskahnya terus menurun drastis dalam satu dekade terakhir.
Aftab Shivdasani
Terus memudar. Dialognya kaku, karakternya tidak berkembang sejak film pertama.
Para aktris? Elnaaz Norouzi, Ruhi Singh, Shreya Sharmaβmereka hanya pajangan. Naskah tidak memberi mereka ruang bernapas.
π KESIMPULAN: WARALABA YANG HARUS BERAKHIR
Mastiii 4 adalah bukti bahwa tidak semua waralaba perlu dilanjutkan. Dengan rating IMDb 5.3 dari 9.1K votes, film ini berada di zona abu-abu: tidak cukup baik untuk dipuji, tidak cukup buruk untuk jadi cult classic. Ia hanya… ada. Lalu menghilang.
Masti (2004) adalah awal yang manis. Grand Masti (2013) masih menghibur. Great Grand Masti (2016) mulai menurun. Dan kini Mastiii 4 (2025) menjadi paku terakhir di peti mati waralaba ini.
Apakah layak ditonton? Jika Anda penasaran dan punya 2 jam lebih untuk dibuang, silakan. Tapi kami sudah memperingatkan Anda.